Archive

Archive for the ‘Bugis’ Category

Daftar Kerajaan Yang Pernah Ada Di Nusantara

November 19th, 2008

A

* Aceh: berada di wilayah utara dari pulau Sumatra, kesultanan Achin atau Atjeh didirikan pada akhir abad ke-15.
* Adonara: kerajaan yang berada di pulau pegunungan berapi yang bernama pulau Adonara di Kepulauan Sunda Kecil.
* Aga Nonsin
* Agang Nionjo
Read more…

Budaya, Bugis, Kearifan Lokal , ,

Raja-Raja Malasysia Yang Berdarah Bugis

November 19th, 2008

Terdapat hubungan yang istimewa antara Malaysia dengan Indonesia, terutama setelah Jusuf Kalla, yang berasal dari Bone (Bugis Bone) menjadi wakil presiden. Ia memiliki hubungan personal dengan Mantan Wakil PM Malaysia Tun Abdul Razak yang berdarah Bugis dan mendapat gelar adat dari Kerajaan Gowa.
Ketika ribut-ribut soal Ambalat, Presiden SBY mengutus Kalla untuk melakukan “diplomasi Bugis”. Hasilnya malah efektif.
Dalam rangka diplomasi Bugis itu pula, Kalla mendapatkan gelar doktor HC dari Universitas Kebangsaan Malaysia. Sebaliknya, Tun Razak mendapat gelar doktor dari Universitas Hasanuddin, almamater Kalla dan Read more…

Budaya, Bugis, Kearifan Lokal , ,

Sejarah Masyarakat Bugis Di Tanah Kalimantan

November 19th, 2008

Dalam tahun 1714 M. Arumpone La Patau Matanna Tikka membuka arena penyabungan ayam dan mengundang seluruh TellumpoccoE (Bone, Soppeng dan Wajo). Datanglah Arung Matowa Wajo yang bernama La Salewangeng To Tenri Ruwa yang mengikutkan kemanakannya yang bernama La Maddukkelleng Daeng Simpuang Puanna La Tobo Arung Peneki. Arung Matowa Wajo yang bertaruh ayam dengan orang Bone dan ayam Arung Matowa Wajo sempat membunuh ayam orang Bone.

Karena pengawal Arumpone merasa malu, tiba-tiba seorang anak bangsawan Bone mengambil bangkai ayam tersebut dan melemparkan ketengah kelompok orang Wajo. Bangkai ayam tersebut kebetulan mengenai Arung Matowa Wajo yang berada ditengah-tengah orang Wajo. Hal ini membuat La Maddukkelleng marah dan Read more…

Budaya, Bugis, Kearifan Lokal , ,

Sejarah Masyarakat Bugis Di Afrika Selatan

November 19th, 2008

Sekembalinya dari Timor, La Pasompereng Arung Teko langsung masuk ke Bone untuk menyampaikan kepada Arumpone La Patau Matanna Tikka bahwa dirinya telah kembali dari Timor. Sebagai Arumpone, La patau menerima kedatangannya, karena dianggap telah melaksanakan tugas dari Petta To RisompaE dalam membantu Kompeni Belanda memerangi Timor. Namun dalam hati La Patau tetap berpikir siapa tahu La Pasompereng akan menuntut -akkarungeng (Kedudukan sebagai Mangkau’)di Bone, karena dia juga sebagai putra mahkota.

Pada saat La Pasompereng berkunjung ke Saoraja menemui La Patau, ia langsung menerima berita tidak baik tentang isterinya yang berselingkuh dengan Sule DatuE di Soppeng yang bernama Daeng Mabbani. Isteri La Pasompereng yang bernama Karaeng BalakkaeriE adalah sudara dari KaraengE ri Gowa, sehingga Read more…

Budaya, Bugis, Kearifan Lokal , ,

Pertemuan TellumpoccoE yang menghasilkan Perjanjian LamumpatuE ri Timurung

November 19th, 2008

Perjanjian ini diadakan oleh La Tenri Rawe BongkangE yang dimana menjabat sebagai Raja Bone yang ke 7 Pada Tahun 1568 – 1584 anak dari La Uliyo Bote’E menjadi Arumpone. La Tenri Rawe kawin dengan We Tenri Pakiu Arung Timurung MaccimpoE anak dari La Maddussila dengan isterinya We Tenri Lekke.
Untuk memperkuat kerjaan Bone La Tenri Rawe BongkangE menjalin hubungan kerja sama antara Kerajaan. adapun Kerajaan yang menjalin kerja sama pada perjanjian ini Kerjaan Wajo yang saat itu menjadi Raja Pada Kerjaan Wajo La Mungkace To Uddamang MatinroE ri Kanana dan Kerajaan Soppeng dengan Raja Bernama La Mappaleppe PatolaE Arung Belo MatinroE ri Tanana yang di adakan pertemuan di Bunne - Timurung. Datanglah Arumpone, diikuti oleh seluruh Palili Bone. Datang juga Arung Matowa Wajo yang bernama La Mungkace To Uddamang MatinroE ri Kanana. Selanjutnya datang juga Datu Soppeng yang bernama La Read more…

Budaya, Bugis, Kearifan Lokal , ,

Upacara Daur Hidup Kelompok Suku Bugis

November 19th, 2008

1. Upacara Masa Kehamilan
Makkatenni sanro (menghubungi dukun) :
Upacara penyampaian kepada dukun yang telah dipilih berdasarkan musyarawah kedua keluarga, atau nasehat dari masyarakat dan orang tua. Jika pemilihan dukun disetujui maka dukun tersebut akan diberikan kepercayaan untuk merawat ibu dan bayinya nanti.

Mappanre to-mangideng (menyuapi ibu hamil) :
Adalah upacara yang dilakukan pada bulan pertama masa kehamilan, atau dalam suku bugis disebut mangngideng ata ngidam. Biasanya dilalui dengan bermacam acara. Selain itu diberikan pantangan untuk makan makanan tertentu dan melakukan perbuatan tertentu, baik untuk calon ibu maupun calon ayah.

Maccera Wettang (mengurut perut) :
Yaitu upacara yang dilakukan pada waktu usia kandungan memasuki bulan ketujuh, biasa juga dilakukan saat usia kandungan memasuli bulan-bulan terakhir. Upacara ini dilakukan dirumah calong ibu yang dihadiri Read more…

Budaya, Bugis ,

Referensi Demokrasi Dalam Budaya Lokal

November 19th, 2008

SINGOSARI- Nilai-nilai yang terkandung da¬lam budaya lokal dari berbagai daerah di Indonesia, sebenarnya banyak yang me¬ngandung ajaran demokrasi. Karena itu, kalau mau me¬ngem¬bangkan demokrasi, para pe¬mikir dan pegiatnya hen¬dak¬nya mau menggali secara sungguh-sungguh nilai-nilai dalam budaya lokal tersebut.

Demikian disampaikan D Zawawi Imron saat mem¬be¬ri¬kan ceramah di Sekolah De¬mo¬krasi VI PLaCID’s Aver¬roes di Ponpes Al Islahiyah Si¬ngosari, Kabupaten Ma¬lang, pertengahan akhir Juni lalu.
Penyair asal Madura yang akrab disapa ‘Ce¬lu¬rit Emas’ ini men¬con¬toh¬kan budaya Bugis. Nilai-nilai yang terkandung da¬lam kitab-kitab tua orang Bu¬gis, sarat dengan ajaran de¬mokrasi. ‘’ Misalnya kitab La¬ga¬ligo, sebuah kitab sastra terpanjang di dunia, terdiri dari 8251 halaman, lebih panjang dari Homerus atau Ramayana. Kisah-kisah yang berbau demokrasi banyak tersaji di sana. Tapi yang begini ini jarang digali. Orang hanya suka belajar demokrasi dari negeri asing,” ujarnya seraya menambahkan, 2581 halaman atau sekitar sepertiga dari kitab Lagaligo yang mencengangkan itu, ditulis seorang perempuan. Sedang yang dua pertiga lainnya ditulis secara keroyokan oleh sastrawan laki-laki.

Read more…

Budaya, Bugis ,