Home > Budaya, Bugis > Budaya Bugis : Karakteristik Aksara Bugis/Makassar

Budaya Bugis : Karakteristik Aksara Bugis/Makassar

September 29th, 2008

Kebudayaan diciptakan karena adanya kebutuhan (needs) manusia untuk mengatasi berbagai problem yang ada dalam kehidupan mereka. Melalui suatu proses berfikir yang diekspresikan kedalam berbagai wujud. Salah satu wujud kebudayaan manusia adalah TULISAN. Seperti halnya dengan wujud-wujud kebudayaan lainnya. Penciptaan tulisan pun diciptakan karena adanya kebutuhan manusia untuk mengabdikan hasil-hasil pemikiran mereka.

Menurut Coulmas, pada awalnya tulisan diciptakan untuk mencatatkan firman-firman tuhan, karena itu tulisan disakralkan dan dirahasiakan. Namun dalam perjalanan waktu dengan berbagai kompleksitas kehidupan yang dihadapi oleh manusia, maka pemikiran manusia pun mengalami perkembangan demikian pula dengan tulisan yang dijadikan salah satu jalan keluar untuk memecahkan problem manusia secara umumnya. Seperti yang dikatakan oleh Coulmas “a king of social problem solving, and any writing system as the comman solution of a number of related problem” (1989:15)
1. Alat Untuk Pengingat
2. Memperluas jarak komunikasi
3. Sarana Untuk memindahkan Pesan Untuk Masa Yang akan dating
4. Sebagai Sistem Sosial Kontrol
5. Sebagai Media Interaksi
6. Sebagai Fungsi estetik

Begitu pula yang terjadi pada kebudayaan di Indonesia. Ada beberapa suku bangsa yang memiliki huruf antara lain. Budaya Jawa, Budaya Sunda, Budaya Bali, Budaya Batak, Budaya Rejang, Budaya Melayu, Budaya Bugis Dan Budaya Makassar.

Disulawesi selatan ada 3 betuk macam huruf yang pernah dipakai secara bersamaan.
1. Huruf Lontaraq
2. Huruf Jangang-Jangang
3. Huruf Serang
Sementara bila ditempatkan dalam kebudayaan bugis, Lontaraq mempunyai dua pngertian yang terkandung didalamnya
a. Lontaraq sebagai sejarah dan ilmu pengetahuan
b. Lontaraq sebagai tulisan
Kata lontaraq berasal dari Bahasa Bugis/Makassar yang berarti daun lontar. Kenapa disebuat sebagai lontaraq ? karena pada awalnya tulisan tersebut di tuliskan diatas daun lontar. Daun lontar ini kira-kira memiliki lebar 1 cm sedangkan panjangnya tergantung dari cerita yang dituliskan. Tiap-tiap daun lontar disambungkan dengan memakai benang lalu digulung pada jepitan kayu, yang bentuknya mirip gulungan pita kaset. Cara membacanya dari kiri kekanan. Aksara lontara biasa juga disebut dengan aksara sulapaq eppaq

Karakter huruf bugis ini diambil dari Aksara Pallawa (Rekonstruksi aksara dunia yang dibuat oleh Kridalaksana)

Silsilah Aksara Dunia

Sililah Aksara Dunia (Click Untuk Memperbesar)

Memang terdapat bebrapa varian bantuk huruf bugis di sulawesi selatan, tetapi itu tidaklah berarti bahwa esensi dasar dari huruf bugis ini hilang, dan itu biasa dalam setiap aksara didunia ini. Hanya ada perubahan dan penambahan sedikit yang sama sekali tidak menyimpang dari bentuk dasar dari aksara tersebut. Varian itu disebabkan antara lain
1. Penyesuaian antara bahasa dan bunyian yang diwakilinya.
2. Penyesuaian antara bentuk huruf dan sarana yang digunakan.

Budaya, Bugis ,

  1. September 29th, 2008 at 11:56 | #1

    Wow.. sebuah tinjauan budaya yang benar-benar “wah” Saluut.

  2. September 29th, 2008 at 14:44 | #2

    ternyata budaya bugis sangat beragam sekali, pantas kerajaan bugisa sangat dihormati pada jaman “orde paling lama” :D

  3. September 29th, 2008 at 17:07 | #3

    Saya sering sekali berkata kata yang tidak semuanya indah, kadang saya salah, mungkin riya, mungkin sedikit dusta … dan saya mohon untuk dimaafkan segala kesalahan saya yah :)

    Minal aidin wal faidzin … maafkan saya lahir dan batin karena beginilah kewajiban kita sebagai hamba untuk meminta maaf dan memberi maaf.

    Rindu [a.k.a -Ade-]

  4. September 30th, 2008 at 08:58 | #4

    Taqobalallahu minna wa minkum
    Minal Aidin wal Faizin
    Mohon Maaf Lahir dan Bathin
    Selamat Hari Raya Idul Fitri
    1 Syawal 1428 H

  5. September 30th, 2008 at 09:07 | #5

    ntar saya cerittain budaya palembang juga ah!
    wekekekekeke!

  6. September 30th, 2008 at 09:28 | #6

    dah bisa bwt bikin tesis nih.. :D

  7. September 30th, 2008 at 13:51 | #7

    tinjauan yang lengkap.. bangganya menjadi indonesia yang memilik banyak keanekaragaman budaya :D

  8. September 30th, 2008 at 16:59 | #8

    bolehkan saya mengucapkan selamat lebaran?
    sekalian minta maap atas segala kekhilafan Suhu…

  9. October 1st, 2008 at 16:09 | #9

    dari pallawa yah? tapi koq ndak mirip dnegan tulisan jawa yakz…
    lontara itu terlihat sederhana penarikan garisnya..

  10. October 2nd, 2008 at 05:28 | #10

    wow tinjauan yang jelas dan rinci.. itung2 tambah ilmu pengetahuan.
    thank sharingnya.

  11. October 3rd, 2008 at 05:19 | #11

    @Tukang Sapu Radio : terima kasih mas

    @Badoer : mungkin jadi gitu bro :D

    @Rindu : Minal aidzin juga yah rindu

    @Johan : Minal aizi juga yah mas johan

    @Trendy : Ditungu budaya palmbangnya mas

    @Kai : whhh jgn berlbihan kai :D

    @emfajar : Iy bro saya bangga jadi bagian inonesia

    @Gus : Saya juayah mas minal aidzin mas

    @aRul : huahhhahahaha pallawa saya saja daeng blum penah ka liatq :D

    @Benny : Semoga bermanfaat mas

  12. October 3rd, 2008 at 05:45 | #12

    wah, ternyata hanpir setiap daerah punya huruf dan aksara sendiri2, ya, mas maulana, termasuk bugis. yang pasti, budaya tulis yang telah lahir pada zaman dulu sudah bisa menjadi bukti bahwa nenek moyang kita memiliki peradaban yang tinggi. met menikmati masa2 lebaran, mas maulana.

  13. October 3rd, 2008 at 06:02 | #13

    informasi yang bagus sekali daeng
    saya baru tau struktur nya ternyata gini pae

  14. October 3rd, 2008 at 06:03 | #14

    Bagus banget informasinya bro sukses selalu

  15. October 3rd, 2008 at 06:51 | #15

    @Sawali Tuhusetya : emank mas nenek moyang kita itu punya jiwa sastra yang tinggi mas sawali. selamat menjalankan rutinitas juga yah mas

    @My Awal : semoga bermanfaat

    @Ancha Cool : Semnoga bermanfaat yah ancha

  16. October 3rd, 2008 at 07:01 | #16

    Wah Lengkap sekali, jadi tambah wawasan. Kirain cuman ada huruf latin dan aksara jawa saja di negri kita ini..

    Mantafs deh..
    Salam kenal dari pendatang baru

  17. October 3rd, 2008 at 08:00 | #17

    tulisan yg menarik. ternyata tiap daerah punya aksara masing-2. eniwe, bagaimana kondisi aksara bugis dewasa ini?, apakah sama dengan aksara jawa yg ha na ca ra ka?, yang mulai ditinggalkan oleh generasi mudanya.

  18. October 3rd, 2008 at 13:04 | #18

    wah wah wah, kirain nenek ku cuma pelaut ternyata sastrawan juga yah hebat juga nenek ku, mudah mudahan cucu cucunya bisa seperti itu juga, aku mau ikutan nenek aku dehhh

  19. October 3rd, 2008 at 13:59 | #19

    Di Minangkabau, kami terbiasa dengan budaya “menyimak” artinya cenderung ke Budaya Lisan. Namanya Tambo. Hmm… seperti Tutur Tinular gitu deh…
    Baru ketika Islam masuk ke Sumatera, orang Minang mengenal tulisan Arab (gundul)…
    ***Ulasan anda Keren, Coba kalo ada cerita-cerita klasik bugis makassar yang diterjemahkan di blog ini, lebih yahud lag tentu***

  20. October 3rd, 2008 at 16:44 | #20

    Menyimak ulasan yang masih relatif baru bagi saya. :D

  21. October 4th, 2008 at 05:22 | #21

    klo ttg batak ada nggak yaks diulas disini ;)

  22. October 4th, 2008 at 09:17 | #22

    wah emang Made jago mengulas budaya bugis. salut deh buat made :)

  23. October 4th, 2008 at 10:43 | #23

    wiiiii mantaaaaaps gan..penjelasanya kayak dosen :D

  24. October 4th, 2008 at 14:01 | #24

    Wow, ternyata aksara juga ada silsilahnya ya? Kirain manusia doank yang punya silsilah. Posting keren nih, patut diacungi 4 jempol nih…wkwkwkwk

  25. October 5th, 2008 at 03:01 | #25

    Saya juga ingin menceritakan kebudayaan saya tapi sudah lupa maklum lahirnya numpang di daerah lain sehingga lupa semua. Tapi setelah melihat web ini saya rasa dah cukup karena saya juga Tau Ogi

  26. October 5th, 2008 at 04:17 | #26

    wah hebat .. dapet darimana itu diagram??? keren neeh :D

  27. October 5th, 2008 at 07:07 | #27

    Tulisannya mantap.
    Dulu waktu kuliah saya juga punya banyak teman orang2 dari makassar, ada banyak kesamaan dengan orang minang, kecuali dalam hal perkawinan.
    Minal aidin walfaidzin. Salam kenal. :)
    Mohon ma’af lahir dan batin.

  28. October 6th, 2008 at 01:08 | #28

    ada ya pesta blogger

  29. October 6th, 2008 at 02:33 | #29

    salam kenal

  30. October 6th, 2008 at 03:32 | #30

    Hebatnya Budaya Indonesia…

    Ayo …

    Ngereview Budaya Masing Masing….

  31. October 6th, 2008 at 04:57 | #31

    @Blogunik : Salam kenal juga mas saya juga pendatang baru kok. Semoga Artikelnya bermanfaat yah

    @Prast : Maaf mas bukannya tiap daerah punya aksara masing2 mas. ada juga daerah yang tidak memiliki aksara loh mas

    @Blogger Bugis : Semoga bisa ditiru daeng

    @Kang tutur : sama juga dengan budaya bugis mas tutur. kami dibugis juga memepunyai 2 jenis sastra yaitu Sastra Lisan Dan Sastra Tulis mas
    untuk cerita-cerita bisa dilihat2 mas banyak artikel bugis kok disini mas

    @Rafki RS : Semoga dikemudian hari bisa membantu mas

    @Okta Sihotang : klo batak aduuuuu saya enggak tau mas okta. klo ada yang mau jadi sumber data kirim keklikmade@lagaligo.net aja mas

    @Lyla : Wahhh jangan terlalu berlebihan kk. sayakan cuman perantara aja dari informasi

    @Kuro : waduhhhh ini masih terlampau jauh klo mau dikatakan pembahasan yang mantap. saya cuman mengulas secara garis besarnya aja kok

    @Orangndut : ini klo mau dirulut dari aksara-aksara dunia mas ini cuman alur dari aksara aja kok mas

    @Kudungga : klo ada informasi budaya bisa dikirim ke klikmade@lagaligo.net kok

    @Mantan kyai : saya dapat dari buku mas. biasa aja kok mas. yah sekedar berbagi informasi mas

    @Herianto : emank mas heri klo diliat dari budaya perkawinan orang bugis terkesan sangat disakralkan makax pesta harus besar mas

    @Kyra.curapix : ada kok bisa diliat di pestablogger.com

    @Hartoto : Salam kenal balik mas hartoto

    @MasDan : Sepakat………….Sepakat………….Sepakat

  32. October 6th, 2008 at 14:08 | #32

    lha contoh hurufnya mana?

  33. October 6th, 2008 at 14:50 | #33

    jaman sekarang kebudayaan banyak yang di tinggalin..salut deh bos… infonya

  34. October 7th, 2008 at 02:22 | #34

    @Kang Nur : Wahhh Kemaren Mau Di Scan Tapi masih liburan mas :D nanti deh ada lanjutan mengenai huruf Lontaranya mas

    @aha : Semoga aja berguna. dan semoga semakn banyak aja yang mengangkat budayanya sendiri deh :D

  35. October 8th, 2008 at 05:39 | #35

    wew… bener2 bermanfaat postingnya bos.. jadi tambah tahu aku

  36. October 8th, 2008 at 08:10 | #36

    makasih banget atas postingannya.. akhirnya saia sedikit lebih tahu budaya yang ada di Indonesia ini…

  37. October 9th, 2008 at 07:27 | #37

    Kepedulian kita akan budaya harus tetap kita gali seperti yang mas lakukan melalui tulisan di blog ini jalan terus boss

  38. October 10th, 2008 at 14:28 | #38

    tambah wawasan lg soal budaya Bugis, makasih mas :)

  39. October 11th, 2008 at 06:00 | #39

    wah,, beragam2 budaya negeriku…

  40. October 11th, 2008 at 10:27 | #40

    “Salah satu wujud kebudayaan manusia adalah TULISAN”…
    *nge-blog sekarang jadi budaya juga ya? hehehe… maaf lama nggak berkunjung…

  41. October 12th, 2008 at 17:30 | #41

    wah tambah wacana baru nih makasih
    salam hormat dari kelir

  42. October 14th, 2008 at 02:42 | #42

    jadi inget waktu sma kelas 2 ttg pelajaran sosiologi..

  43. October 14th, 2008 at 15:41 | #43

    lain kali aku mo nyeritain budaya desa ku aja dhe…
    kalo sempet… he he

  44. October 17th, 2008 at 16:49 | #44

    Kalau aksara jawa saya sudah hapal.
    Kalau aksara bugis dan makasar tampangnya seperti apa ya?
    :roll:

  45. October 18th, 2008 at 12:22 | #45

    jadi pengen belajar bahasa bugis niy…

    gimana yah??

  46. October 23rd, 2008 at 09:08 | #46

    Saya senang ada webblog yang mencoba mengangkat persoalan sosial budaya semacam ini. Terus buat artikel2 yang serupa. Salam dari Lampung

  47. October 24th, 2008 at 02:21 | #47

    blog yang dahsyat!

  1. No trackbacks yet.