Home > Budaya, Bugis > Cerita Budaya Bugis : La Madukkelleng Kesatria Wajo

Cerita Budaya Bugis : La Madukkelleng Kesatria Wajo

July 28th, 2008

La Maddukkelleng adalah seorang ksatria dari Wajo, Sulawesi Selatan. Pada masa kecilnya hidup di lingkungan istana (Arung Matowa Wajo) Wajo. Menginjak masa remaja ia diajak oleh pamannya mengikuti acara adu (sambung) ayam di kerajaan tetangganya Bone. Namun pada waktu itu terjadi ketidak adilan penyelenggaraan acara tersebut dimana orang Wajo merasa dipihak yang teraniaya, La Maddukkelleng tidak menerima hal tersebut dan terjadilah perkelahian.Ia lalu kembali ke Wajo dalam pengejaran orang Bone, lalu lewat Dewan Ade Pitue, ia memohon izin untuk merantau mencari ilmu. Dengan berbekal Tiga Ujung, (ujung mulut, ujung tombak, dan ujung kemaluan) ia berhasil di negeri Pasir (Kalimantan) sampai ke Malaysia, dan merajai Selat Makassar, hingga Belanda menjulukinya dengan Bajak Laut. Dia berhasil menikah dengan puteri raja Pasir, dan salah seorang puterinya kawin dengan Raja Kutai. Dia bersama pengikutnya terus menerus melawan Belanda. Setelah sepuluh tahun La Maddukkelleng memerintah Pasir sebagai Sultan Pasir, datanglah utusan dari Arung Matowa Wajo La Salewangeng yang bernama La Dalle Arung Taa menghadap Sultan Pasir dengan membawa surat yang isinya mengajak kembali, karena Wajo dalam ancaman Bone. La Maddukkelleng akhirnya kembalilagi ke Tanah Wajo dan melalui suatu mufakat Arung Ennengnge (Dewan Adat), beliau diangkat sebagai Arung Matowa Wajo XXXIV. Dalam pemerintahannya, tercatat berhasil menciptakan strategi pemerintahan yang cemerlang yang terus menerus melawan dominasi Belanda danmembebaskan Wajo dari penjajahan diktean Kerajaan Bone, juga keberhasilan memperluas wilayah kekuasaan Kerajaan Wajo

LA MADDUKKELLENG adalah putera dari Arung (Raja) Peneki La Mataesdso To Ma’dettia dan We Tenriangka Arung (Raja) Sengkang, saudara Arung Matowa Wajo La Salewangeng To Tenrirua (1713-1737). Karena itulah La Maddukkelleng sering disebut Arung Singkang dan Arung Peneki.

Pada tahun 1713, Raja Bone La Patau Matanna Tikka mengundang Arung Matowa Wajo La Salewangeng untuk menghadiri perayaan pelubangan telinga (pemasangan giwang) puterinya I Wale di Cenrana (daerah kerajaan Bone). La Maddukkelleng ditugaskan pamannya (dia putera saudara perempuan La Salewangeng) ikut serta dengan tugas memegang tempat sirih raja. Sebagaimana lazimnya dilakukan di setiap pesta raja-raja Bugis-Makassar, diadakanlah ajang perlombaan perburuan rusa (maddenggeng) dan sambung ayam (mappabbitte).

Pada saat berlangsungnya pesta sambung ayam tersebut, ayam putera Raja Bone mati dikalahkan oleh ayam Arung Matowa Wajo. Kemenangan itu tidak diakui oleh orang-orang Bone dan mereka berpendapat bahw pertarungan tersebut sama kuatnya. Hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya keributan. Pada saat itu La Maddukkelleng turut serta dalam perkelahian tersebut yang mengakibatkan korban di pihak Bone lebih banyak dibandingkan korban pihak Wajo. Lontarak Sukunna Wajo menyatakan bahwa pada waktu terjadi perkelahian tersebut, terjadi tikam menikam antara orang-orang Wajo-Bone di Cenrana, saat itu La Maddukkelleng baru saja disunat dan belum sembuh lukanya. Melihat kenyataan tersebut (karena mereka di wilayah kerajaan Bone), maka orang-orang Wajo segera melarikan diri melalui Sungai Walennae.

Setibanya Arung Matowa Wajo La Salewangeng di Tosora, maka datanglah utusan Raja Bone untuk meminta agar La Maddukkelleng diserahkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya (dianggap bersalah). Arung Matowa Wajo mengatakan bahwa La Maddukkelleng tidak kembali ke Wajo sejak peristiwa di Cenrana. Utusan raja Bone itu kembali sekalipun ia yakin bahwa La Maddukkelleng masih berada di daerah Wajo, namun tidak dapat berbuat banyak karena adanya ikrar antara Bone, Soppeng dan Wajo di Timurung pada tahun 1582, bahwa tiga kerajaan itu harus saling mempercayai.

La Maddukkelleng datang menghadap dan meminta restu Arung Matowa Wajo dan Dewan Pemerintah Wajo (arung bentempola) untuk berlayar meninggalkan daerah Wajo. Saat itu bertepatan dengan selesainya pembangunan gedung tempat penyimpanan harta kekayaan di sebelah timur masjid Tosora serta gedung padi di tiga limpo. Anggota Dewan pemerintah Kerajaan Wajo (La Tenri Wija Daeng Situju) berpesan agar senantiasa mengingat negeri Wajo selama perantauan. Lalu La Maddukkelleng ditanya tentang bekal yang akan dibawa, ia menjawab bahwa ada tiga bekal yang akan dibawa serta yaitu: pertama lemahnya lidahku, kedua tajamnya ujung kerisku dan yang ketiga ujung kelaki-lakianku.

Dengan disertai pengikut-pengikutnya La Maddukkelleng berangkat dari Peneki dengan menggunakan perahu layar menuju Johor (Malaysia sekarang). Lontarak Sukunna Wajo memberitakan bahwa La Maddukkelleng dalam perjalanan bertemu dengan saudaranya bernama Daeng Matekko, seorang saudagar kaya Johor. Hal ini membuktikan bahwa lama sebelumnya orang-orang Wajo sudah merambah jauh negeri orang. La Maddukkelleng diperkirakan merantau pada masa akhir pemerintahan Raja Bone La Patauk Matanna Tikka Nyilinna Walinonoe, yang merangkap sebagai Datu Soppeng dan Ranreng Tuwa Wajo,sekitar tahun 1714

Sebelumnya Postingan ini pernah saya Posting di blog lama saya tanggal 25 Maret 2008 tapi menurut saya perlu lagi saya publikasikan Ulang karena beliau adalah Pahlawan Idola Saya :D Sumber awal Blognya Bang Kurni

Budaya, Bugis ,

  1. July 28th, 2008 at 13:29 | #1

    waah sejarah ni bisa jadi bahan referensi… thanks om Ahmad… :)

    oya ada sejarah masuknya Islam ke tanah bugis nggak…?

  2. July 28th, 2008 at 13:50 | #2

    Anda hebat sekali, dan bisa dicontoh,
    memang budaya harus dilestarikan oleh anak bangsa.

    Salam sukses

  3. July 28th, 2008 at 14:13 | #3

    @hakimtea : wahhh PR tuh mas hakim buat saya :D

    @sumintar : terima kasih mas :D

    Sukses buat Suhu2 semua

  4. July 28th, 2008 at 14:37 | #4

    LA MADDUKKELLENG, maaf, mas mustafa, nama tokoh ini memang baru saya kenal sekarang. tapi melihat karakternya seperti itu, cerita2 rakyat bugis ini mengandung nilai2 kearifan lokal yang layk terus digali dan dikembangkan. mas mus termasuk bloger yang sangat peduli utk membangun kesadaran budaya semacam itu. salam kreatif, mas mus, semoga tak bosan menggali nilai2 kearifan lokal masyarakat bugis yang akan ikut menjadi ikon budaya nasional.

    sawali tuhusetyas last blog post..Pembacaan Cerpen dan Diskusi Kumcer “Di Kereta Kita Selingkuh”

  5. July 28th, 2008 at 14:41 | #5

    @sawali tuhusetya : hehhe kok nama saya mus terus sih pak guru :D
    insya allah mas. budaya kita memang perlu diperhatikan mas

    sukses deh buat mas

  6. July 28th, 2008 at 15:45 | #6

    cerita menarik
    bagus buat anak cucu

    Ancha Cools last blog post..KLIP BALASAN FILM FITNA…

  7. July 28th, 2008 at 23:23 | #7

    Hah, saya baru kenal nama-nama dalam sejarah bugis ini, informasi yang sangat berguna. Btw memang bener mas setiap orang memiliki idola kepahlawanan, seperti Lamadukkeleng. Saya sendiri mengidolakan Penembahan Senopati itu pendiri Kerajaan Mataram. Sukses selalu pak, sukses histori kebudayaan kita.

    laporan Mempunyai Postingan Terbaru ….. Sisa-Sisa Peristiwa 27 Juli

  8. July 29th, 2008 at 00:17 | #8

    Cerita seperti ini memang harus kita lestarikan karena ini merupakan sejarah, yang perlu di ketahui oleh generasi kita, trims telah mampir ke blog saya semoga silaturahmi tetap terjaga

    Achmad Sholeh Mempunyai Postingan Terbaru ….. MENGAPA SISWA DAN ORANG TUA SEKARANG SULIT MENDAPATKAN BUKU PELAJARAN BAGI ANAKNYA ?

  9. July 29th, 2008 at 02:16 | #9

    wah cerita yang bagus dan perlu dilestarikan nih! salam kenal :)
    inos Mempunyai Postingan Terbaru ….. 29 Juli 2005

  10. July 29th, 2008 at 05:08 | #10

    Baca artikelnya jadi meninspirasi saya untuk ikutan menulis tokoh2 yg pahlawan khususnya dari daerah saya yg tidak byk dikenal orang.

    feri Mempunyai Postingan Terbaru ….. Theadnetwork - Pasang Banner dapat Duit

  11. July 29th, 2008 at 06:06 | #11

    posting yang bagus…sekalian melestarikan budaya daerah…suuuiiiip

  12. July 29th, 2008 at 08:26 | #12

    Dalam buku berjudul asal-usul marga-marga di Tapanuli Selatan karangan H. Arbain Lubis tahun 1995 lalu, saya ada membaca bahwa suku bugis berasal dari kata Lubis. Jika kita lihat pakaian adat bugis, memang hampir mirif dengan pakaian adat Mandailing. Termasuk wataknya yang rata2 keras kepala (kata orang sih..). Kira-kira menurut saudara gimana..? salam kenal

    Ksemar/Togar Lubis Mempunyai Postingan Terbaru ….. Tikus-Tikus Penerima Aliran Dana BI

  13. July 29th, 2008 at 09:42 | #13

    @Ancha Cool : semoga bermanfaat bro

    @ laporan : terma kasih sembali yah mas. semoga artikel ini kelak akan berguna

    @ Achmad Sholeh : iya memang memang budaya kita perlu dilestarikan lewat blogging ini. semoga siraturahmi tidak terputus mas. sukses selalu

    @ inos : salam kenal kembali mas. semoga kedepannya banyak yang terpancing untuk mengangkat artkel budaya mereka sendiri mas pada blog teman-teman yang laen mas

    @ feri : wahhhh saya tunggu loe mas ceritanya :D

    @ Frenavit Putra : terima kasih banyak mas semoga artkelnya bermanfaat

    @Ksemar/Togar Lubis : ini klo kita mau tarik garis lurusnya lagi secara mendetail yah mas Dalam BUKU MANUSIA BUGIS karangan *enggak hapal namanya mas yang pasti dari luar negeri :D dia mengatakan sejak jaman batu masyarakat di tanh sulawesi selatan itu sudah ada. itu dibuktikan ketika menemukan fosil di daerah bone yang dimana orang ini sejenis dengan manusia gua *klo enggak salah mirip manusia gua panama

    untuk masalah Adat Istiadat itu dipengaruhi dari daerah mereka masing2 klo ditanya kesaya apaka memang Orang Bugis itu wataknya Keras mas dah hampir juga banyak sama dengan daerah lan dalam Cira khas budaya

    mungkin inilah jawaban klo Budaya indonesia memang berbeda2 tapi sebenanarnya tetap satu yaitu endonesia mas

  14. July 29th, 2008 at 11:05 | #14

    trims buat infonya!

    trendy Mempunyai Postingan Terbaru ….. Dompet!

  15. July 29th, 2008 at 12:56 | #15

    Kisah seorang pemberani dan ksatria, inspiratif skali kisahnya

    Abi Bakar Mempunyai Postingan Terbaru ….. You Review I Follow

  16. July 29th, 2008 at 14:33 | #16

    wah hebat…
    saya pengen nulis tentang kepahlawanan juga, tapi saya masih sebatas tau berdasarkan buku2 yang pernah sy baca :D

  17. July 29th, 2008 at 15:33 | #17

    wah sejarah yang bagus, slama ini aku sampai nggak pernah tau sejarah ttg bugis :) salam kenal mas

  18. July 29th, 2008 at 16:54 | #18

    @ trendy : terima kasih kembali mas

    @abi bakar : iya mas abi :D semoga ceritanya berguna aja mas

    @arul : wahhh ditunggu yah mas arul

    @norjik : klo mas pengentau sejarah bugis rajin2 kesini aja mas :D

    Sukses semua

  19. July 29th, 2008 at 17:01 | #19

    Just Info ! Aki terkena gusuran nih ! Sambil nungguin, Aki ngungsi dulu ke : http://aqiegaul.blogdetik.com/ Bila ada waktu dan berkenan silahkan singgah di tempat Aki ….

    Aqie-Gaul Mempunyai Postingan Terbaru ….. Bersihkan Lensa Kontak Anda.

  20. July 29th, 2008 at 18:01 | #20

    Hebat mas, referensi baru bagi sejarah nusantara.
    Sukses selalu.

    Salam kenal

    Kiesaputra Mempunyai Postingan Terbaru ….. Anakmu bukanlah dirimu

  21. July 29th, 2008 at 20:56 | #21

    @Aqie-Gaul : wahhh terima kasih aki atas informasinya segera ke tkp

    @Kiesaputra : wahh terima kasih semoga bermanfaat yah mas

  22. doelsoehono
    July 30th, 2008 at 09:54 | #22

    salam

    wah kisahnya mirip dengan Satria madang kara (Brahma kumbara )

    satria yang pemberani dan tangguh dalam segala bidang .:(

  23. July 30th, 2008 at 23:22 | #23

    sik asik, semakin cinta budaya lokal nih karena semakin tahu.. :D
    Fachia Mempunyai Postingan Terbaru ….. Website Template Designs in Templateworld.com

  24. July 31st, 2008 at 11:07 | #24

    @ doelsoehono : hehehh itulah keindahkan budaya kita mas :D

    @Fachia : harus loh mbak itukan milik kita :D

  25. July 31st, 2008 at 12:26 | #25

    Waduh lama gak muncul sini.

    Ternyata temanku ini sangat mencintai sejarah.

    Banyakin photo-photonya donk

  26. August 1st, 2008 at 01:02 | #26

    Wah, baru tahu sejarahnya nih.

    Edi Psw Mempunyai Postingan Terbaru ….. Sadis

  27. August 1st, 2008 at 04:36 | #27

    @balisugar : heheheh makasih kk udah berkunjung apa kabar nih ? *sambil tegap SIAP LAKSANAKAN

    @Edit Psw : terima kasih mas

  28. August 1st, 2008 at 08:18 | #28

    Saya justru malu sebagai orang indonesia baru tahu sekarang mengenai cerita ini. Indonesia kaya yah

  29. August 1st, 2008 at 15:15 | #29

    Postingnya bagus!!!! lestarikan Budaya INA

    Adi_Etz Mempunyai Postingan Terbaru ….. Sejarah Aku saat Ngeband

  1. No trackbacks yet.