Orang bugis memiliki berbagai ciri yang sangat menarik. Mereka adalah contoh yang jarang terdapat di wilayah nusantara. Mereka mampu mendirikan kerajaan-kerajaan yang sama sekali tidak mengandung pengaruh India. Dan tanpa mendirikan kota sebagai pusat aktivitas mereka.
Orang bugis juga memiliki kesastraan baik itu lisan maupun tulisan. Berbagai sastra tulis berkembang seiring dengan tradisi sastra lisan, hingga kini masih tetap dibaca dan disalin ulang. Perpaduan antara tradisi sastra lisan dan tulis itu kemudian menghasilkan salah satu Epos Sastra Terbesar didunia Yakni La Galigo yang naskahnya lebih panjang dari Epos Mahabharata.
Selanjutnya sejak abad ke 17 Masehi, Setelah menganut agama islam Orang bugis bersama orang aceh dan minang kabau dari Sumatra, Orang melayu di Sumatra, Dayak di Kalimantan, Orang Sunda dijawa Barat, Madura di jawa timur dicap sebagai Orang nusantara yang paling kuat identitas Keislamannya.
Bagi orang bugis menjadikan islam sebagai Integral dan esensial dari adat istiadat budaya mereka. Meskipun demikian pada saat yang sama berbagai kepercayaan peninggalan pra-islam tetap mereka pertahankan sampai abad ke 20 salah satu peninggalan dari jaman pra islam itu yang mungkin paling menarik adalah Tradisi Para Bissu (Pendeta Waria).
Bagi suku-suku lain disekitarnya orang bugis dikenal sebagai orang yang berkarakter keras dan sangat menjunjung tinggi kehormatan. Bila perlu demi kehormatan mereka orang bugis bersedia melakukan tindak kekerasan walaupun nyawa taruhannya. Namun demikian dibalik sifat keras tersebut orang bugis juga dikenal sebagai orang yang ramah dan sangat menghargai orang lain serta sangat tinggi rasa kesetiakawanannya.
Orang eropa yang pertama kali menginjakkan kaki di tanah bugis adalah orang Potugis. Para pedagang eropa itu mula-mula mendarat dipesisir barat sulawesi selatan pada tahun 1530. akan tetapi pedangan portugis yang berpangkalan dimalaka baru menjalin hubungan kerjasama dalam bidang perdagangan secara teratur pada tahun 1559
ASAL USUL ORANG BUGIS
Asal usul orang bugis hingga kini masih tidak jelas dan tidak pasti berbeda dengan wilayah Indonesia. Bagian barat Sulawesi selatan tidak memiliki monument (hindu atau budha) atau prasasti baik itu dari batu maupun dari logam, yang memungkinkan dibuatnya suatu kerangka acuan yang cukup memadai untuk menelusuri sejarah orang bugis Sejak abad sebelum masehi hingga kemasa ketika sumber-sumber tertulis barat cukup banyak tersedia. Sumber tertulis setempat yang dapat diandalkan hanya berisi informasi abad ke 15 dan sesudahnya,
KRONIK BUGIS
Hampir semua kerajaan bugis dan seluruh daerah bawahannya hingga ketika paling bawah memiliki kronik sendiri. Mulai dari kerajaan paling besar dan berkuasa sampai dengan kerajaan paling terkecil akan tetap hanya sedikit dari kronik yang memandang seluruh wilayah di sekitarnya sebagai suatu kesatuan. Naskah itu yang dibuat baik orang makassar maupun orang bugis yang disebut lontara oleh orang bugis berisi catatan rincian mengenai silsilah keluarga bangsawan, wilayah kerajaan, catatan harian, serta berbagai macam informasi lain seperti daftar kerajaan-kerajaan atau daerah-daerah bawahan, naskah perjanjian dan jalinan kerjasama antar kerjaan dan semuanya disimpan dalam istana atau rumah para bangsawan


Lontara Bugis
SIKLUS LA GALIGO
Naskah La Galigo bercerita tentang ratusan keturunan dewa yang hidup pada suatu masa selama 6 (enam) generasi turun temurun, Pada berbagai kerajaan di sulawesi selatan dan daerah pulau-pulau disekitarnya. Naskah bersyair tersebut ditulis dalam bahasa bugis kuno dengan gaya bahasa sastra tinggi. Hingga memasuki abad ke 20 Masehi naskah la galigo secara luas diyakini oleh masyarakat bugis sebagai suatu alkitab yang sacral dan tidak boleh dibaca tanpa didahului upacara ritual tertentu.
Hingga kini versi lengkap siklus la galigo belum ditemukan dari naskah-naskah yang masih ada. Banyak diantaranya hanya berisi penggalan-penggalan cerita yang dimulai dan diakhiri dengan tiba-tiba atau hanya berisi sebagian kecil dari cerita dari episode yang kadang-kadang tidak bersambung. Namun demikian banyak sastrawan bugis dan orang awam didaerah-daerah tertentu yang mengetahui sebagian besar dalam cerita siklus tersebut mereka memperolehnya dari tradisi lisan.
Siklus la galigo telah melalui proses penyusunan secara bertahap sebelum pada akhirnya menjadi sebuah karya besar. Mula-mula hanya garis besar latar dan jalan cerita saja yang diciptakan, termaksud silsilah para tokoh utamanya.
Untuk mengkaji sastra bugis itu para ilmuan beruntung dapat mengandalkan hasil jerih payah ilmuan asal belanda R.A. Kern yang menerbitkan catalog lengkap mengenai seluruh naskah la galigo yang kini tersimpan di perpustakaan-perpustakaan eropa dan perpustakaan Matthes di makassar. Dari 113 Naskah yang ada yang terdiri atas 31.500 Halaman R.A Kern Menyaring dan membuat ringkasan setebal 1356 Halaman yang merincikan Ratusan Tokoh yang terdapat dalam seluruh cerita.
La Galigo merupakan epos terbesar didunia dan epos tersebut lebih panjangan dari Epos Mahabharata. Naskah la galigo terpanjang yaitu dikarang pada pertengahan abad ke 19 atas tanggung jawab seorang perempuan raja bugis yang bernama I Colli Puji’e Arung Tanete naskah setebal 2851 Halaman polio tersebut diperkirakan mengandung sepertiga dari pokok cerita seluruhnya.
HIPOTESIS REKONSTRUKSI PRASEJARAH BUGIS
Sejak awal mungkin 50.000 tahun yang lalu sulawesi selatan sebagaimana daerah lain dipulau asia tenggara telah dihuni manusia yang sezaman dengan manusia wajak di jawa mereka mungkin tidak terlalu beda dengan penghuni Australia pada masa itu di asia tenggara, mereka mengalami proses penghalusan bentuk wajah dan tengkorak kepala meski memiliki Fenotipe Australoid.
Pada permulaan abad ke 20, penjelajah asal swiss yakni Paul Sarasin dan sepupuhnya Fritz Sarasin mengemukakan sebuah hipotesis bahwa to’ale (Manusia Penhuni hutan) sekelompok kecil manusia yang hidup diberbagai gua dipegunungan Lamocong (Bone bagian selatan) adalah keturunan langsung dari manusia penghuni gua pra sejarah dan ada hubungannya dengan manusia Veddah di srilangka
CARA HIDUP DAN KEBUDAYAAN AWAL BUGIS
Kehidupan sehari-hari orang bugis pada hamper seluruh millennium pertama masehi mungkin tidak terlalu jauh berbeda dengan cara hidup orang toraja pada permulaan abad ke 20. mereka hidup bertebaran dalam berbagai kelompok di sepanjang tepi sungai, dipinggirin danau, di pinggiran pantai dan tinggal dalam rumah-rumah panggung. Sebagai pelengkap beras dan tumbuhan lading lain. Merekapun menangkap ikan dan mengumpulkan kerang. Orang bugis dikenal sebagai pelauk ulung dengan menggunakan Phinisi mereka mengarungi samudra dengan gagah beraninya disamping itu pula orang bugis sangat pandai dalam bertani dan berladang. Bertenun kain adalah salah satu keterampilan nenek moyang orang bugis.
Orang bugis pada masa awal itu kemungkinan besar juga mengayau kepala untuk dipersembahkan acara ritual pertanian dan kesuburan tanah. Pada umumnya orang bugis mengubur mayat-mayat yang sudah meninggal, meski ada pula mayat yang di benamkan (danau atau laut) atau disimpan di pepohonan. Situs-situs megalitikum yang pernah nenek moyang mereka mungkin merupakan saksi kegiatan penguburan ganda atau penguburan sekunder. Kepercayaan mereka masih berupa penyembahan arwah leluhur. Terhadap para arwah itu sesajen-sesajen dipersembahkan lewat perantara dukun.
BUDAYA BENDAWI
Pakaian

Gambaran tentang tokoh-tokoh dalam La galigo dapat diperoleh dengan melihat pakaian yang dikenakan Pengantin Bangsawan tinggi masa itu, yang selalu meniru-niru adapt kebiasaan masa lalu pria dan wanita mengenakan sarung hingga mata kaki (sampu’ ,yang dinamakan unrai bagi perempuan), menyerupai awi’ yang kini digunakan pengantin laki-laki. Pada perempuan sarung tersebut dililit dengan sebuah ikat pinggan logam. Sedangkan pada pria, sarung di lilit dengan sabuk tenunan dan diselipkan sebuah senjata tajam atau badik (gajang)
Rumah Adat
Baik para bangsawan dan rakyat biasa tinggal dirumah panggung, namun istana (langkana atau sao kuta bagi dewa-dewa) sama dengan rumah biasa, namun ukuranya lebih besar dengan panjang sekurang-kurang nya 12 Tiang dan lebar 9 Tiang. Rumah tersebut memiliki tanda khusus untuk menunjukkan derajat penghuninya.
Tarian Dan Hiburan Rakyat
Tarian yang sering digunakan untuk menjamu tamu kadang-kadang menarikan tari “maluku” (sere maloku) . namun tidak disebutkan adanya pembacaan naskah secara berirama (ma’sure’selleng) yang sangat popular dilakukan pada acara-acara seperti itu di lingkungan bangsawan hingga abad ke 20.
Hiburan utama adalah sabung ayam atau adu perkelahian ayam (ma’saung) hamper disetiap istana dibawah pohon cempa (ri awa cempa) berdiri gelanggang atau arena sabung ayam ber atap tapi tidak berdinding.
Hiburan rakyat lainnya adalah “raga” sebuah permainan kaum pria dalam suatu lingkaran yang memainkan bola rotan anyaman yang menyerupai bola takraw. Bola tersebut tidak dibolehkan menyentuh tanah atau tersentuh tangan. Pemenangnya adalah pemain yang paling lama memainkan bola dengan kaki atau badannya (selain tangan) dan dapat menendang bolanya paling tinggi ke udarah.
PERANG
Boleh dikatankan perang dalam taraf tertentu merupakan hiburan bagi kaum lelaki. Juga merupakan medan untuk menguji kejantanan para pemberani (to warani). Alat yang digunakan dalam peperangan adalah Sumpit (seppu’) dengan anak panah beracun, Tombak (bessi), pedang pendek (alameng), senjata penikam atau badik (gajang)

Perlengkapan Perang Orang Bugis
MASYARAKAT LA GALIGO
Masyarakat yang digambarkan dalam epos La Galigo tampak sangat hirarkis. Datu, sang penguasa orang yang paling terkemuka dalam kerajaan. Dialah yang menjaga keseimbangan lingkungan , baik itu lingkungan alam maupun lingkungan social, dan merupakan pewaris keturunan dewa dimuka bumi.
Sebenarnya bukan hanya datu tetapi seluruh bangsawan dalam tingkatan tertentu ikut memegang status keramat, karena mereka semua dianggap sebagai keturunan dewata. Mereka semua dipercaya memiliki darah putih (dara takku)
Dalam dunia bugis kuno kalangan biasa yang berdarah merah dipandang memiliki perbedaan Fundamental dari bangsawan berdarah putih yang membawa esensi kedewataan kemuka bumi.
Referensi Buku : Manusia Bugis
Catatan : Hanya satu yang tidak terdapat dalam manusia bugis yaitu “Orang Bugis adalah pelaut Ulung” yang dimana pada buku manusia bugis membantah bahwa itu adalah kepercayaan yang salah buat orang bugis. Tapi saya pribadi yang menulis Bugis-Ku akan tetap mempercayai bahwa Nenek Monyang Orang Bugis adalah Pelaut Ulung.

















76 Users Response In This Post
Mantap, cerita yang bgus buat anak cucu kita kelak..
ini dia yang bisa dijadikan referensi anak cucu kita selamat n sip bagus banget
kayaknya perlu di film dokumenterkan deh
wah sebuah artikel yang patut dibaca oleh orang Bugis biar tau sejarah dan budaya orang2 terdahulu
wetz™
jadi malu aku …mama ku bugis ..daku baru tau budaya bugis melalui tulisan ini :d
waah… saya cicil bacanya nah
kalo mo dijadikan e-book
harus lebih mendalam dan detail bahasannya
*ST deh*
salut sama tulisannya
^^
diorockout : Kayaknya diatas bukan sebuah Cerita Mas
hanya sebuah pengenlan secara garis besar masalah Bugis
nurhasim : Wah klo membuat Film dokumenternya bisa berabe mas. Keprcayaan atas budaya Di sulawesi selatan khususnya bugis itu berbeda2 Versi
Putry : Sepakat kk jgn sampai budaya sendiri tidak tau
Nhie : Wah kayaknya kk Anhie termasuk orang yang luar biasa karena kk sadar diri wkwwkk mulai sekarang mari kita mengenal budaya indonesia dan dimulai dengan budaya sendiri kk
N t a n : Silankan berapa kali cicil
emank sih kk klo mau dijadikan e-book ini masih Bugis secara garis besarnya karena klo mau ditelusuri edededede ballasi rama. terima kasih masukannya kk
Trims atas semua Komentarnya
Sukses buat kalian semua
Mari Budayakan Nusantara melalui Blog
Weh panjang bener ya! Tapi isinya manteb banget, jadi tahu kebudayaan bugis.
aduh makasih banyak pak ya…oh ya saya copy tulisan bapak di Blog saya untuk arsip saya…mudahan bapak dimurahkan rezeki z amien
saya sebenarnya gak sependapat orang mandar yang menjadi pelaut ulung buktinya dikalimantan-timur orang bugis-Makassar lebih dominan tapi entah lah mana yang benar….mkasih banyak pak semoga dengan ini dapat mempererat tali silaturahmi kita antar orang ugi’ thANKS
Tulis yang bagus pak, inilah keindahan kearifan lokal yang kita miliki. Salam kenal.
nice post. btw mamiku juga orang bugis.
Top pak, saya taunya kalo bugis itu pelaut ulung, sekarang tambah banyak wawasan deh thanks
19 Dewa : terima kasih sudah menyebarkan tulisanya mas
Putra eka : wahh mas Putra eka ini ma masih garis besarnya aja mas
insya allah saya kan bahas nanti satu persatu mas doakan saja
Hamsin : Silakan di Copy mas
disebarin juga enggak papa saya malah bersyukur orang banyak tau bagaimana Bugis itu.
Masalah Pelaut ulung gini mas
dimandar itu dikenal dengan pendapat masyarakatnya dari nelayan jadi perahu Sandeq (perahu khas mandar) terlihat disekitar selat makassar. bedanya dengan Phinisi yang dirancang khusus buat Perahu Perang, Bajak laut dan perahu penjelajah mas jadi untuk pelaut ulung saya masih mempercayai bahwa Bugis-Makassar lah Tempatnya
Laporan : semoga kearifan lokal tersebut terjaga oleh penurusnya mas
salam kenal juga mas
Pink : inilah salah satu bukti bahwa Bugis itu Besar dan tersebar dimana-mana
klo semuanya di tari kekampung masing2 muat enggak yah kampungnya wkwkwkwwk
salam kenal Pink
Penyu : Alhamdulillah akhirnya banyak juga orang yang mau belajar Budaya Bugis
setahu saya bugis adalah suku yang merupakan pelaut, jiwa asli khas nenek moyang kita. serta raja johor malaysia yang merupakan keturunan bugis.
sedangkan negeri sembilan raja nya keturunan minangkabau
Seperti membaca epos masa lalu yang sungguh sangat menarik.. senada dengan postingan mas arul tentang bahasa Wotu… sangat menarik…
Bagus sekali artikelnya ! Nampaknya artikel2 seperti ini sangat perlu ditampilkan khususnya untuk para Generasi Muda sehingga diharapkan ada rasa Kebanggaan akan daerahnya khususnya yang merasa berasal dari daerah tersebut, jangan hanya mengatakan : mamiku juga dari Bugis …… tapi so what gitu lho ….. !
wis.. sejarah detail bugis, jadi mau buat sejarah melayu pula ah.
Terima kasih atas ceritanya, saya jadi lebih tahu tentang Bugis.
wahh, bagus sekali postingannya.salam kenal balik. kebetulan saya di indonesia sexuality forum juga tengah menginventaris fenomena seksualitas lokal seperti warok di ponorogo, tradisi sifon di sumba, tradisi seks bebas di kemukus dan fenomena bissu juga salah satunya.ini akan menarik sekali yang nantinya akan menjelaskan bahwa fenomena transeksual, homoseksualitas, seks bebas bukan melulu diimpor dari barat tapi justru sebagian dari budaya lokal. thanks buat sharing info.
Catra : Iya mas Keturunan Raja malaysia adalah berdarah bugis. wah kayaknya mas banayk tau nih mengenai Bugis di Melayu (Malaysia)
Gempur : itu indonesia epos La Galigo sampai sekarang tidak ditemukan versi lengkapnya sebagaian Versinya ada di Musium Belanda. jadi belanda bukan hanya mengambil hasil bumi kita pada dahulu kala tapi juga mencuri Budaya Indonesia
jadi jangan kaget klo budaya kita nantinya diakui Negara lain
Aki2-NgeBlog : Wah jangan Gitu dunk Aki
saya rasa Pink mau juga kok belajar mengenai Budaya Indonesia iya kan pink
Pekanbaru! Riau : Wahhh bagus tuh mas Saya tunggu deh Postingannya
For All :
Mari kita lestarikan Budaya Nusantara dengan langka awal mengenal budaya daerah sendiri Dulu. Apakah sobat tidak malu jika ada yang bertanya mengenai Budaya Daerah sobat lantas Sobat tidak bisa menjelaskannya
Sadarkan Hati kita akan Pentingnya menjaga Budaya Nusantara
*walahh sempat cerama lagi Gubrakkkkkkkkk
imcw : Sama2 semoga bermanfaat
okanegara : Salam kenal Balik nih Mas
Untuk Masalah transeksual, homoseksualitas, seks bebas dari orang bugis itu adalah sebuah Aib mas yang dimana di bugis sendiri mengutuk tindakan transeksual, homoseksualitas, seks bebas karena dasar Budaya Bugis tidak lepas dari Pengaru Kitab Suci Al-Quran mas. (Maaf Membela)
Untuk masalah Bissu atau Waria pada saat dulu mereka ada seorang yang dianggap Dukun dan Pendeta dalam Acara Ritual. mereka juga menikah dengan wanita bukannya sesama jenisnya. gitu mas
Jadi pengen ke sana.
ubadbmarko : silahkan Kemakassar mas butuh pemandu wisata *yaela
yang pasti klo ke makassar pasti ada Kopdar wkwkwkwkw
ikut bangga nih soal masih sodara setanah air
jadi kau orang Bugis ? hihik kirain Bali soale namane Made. Promosiii promosi tentang tanah air kita jangan cuma Bali yang kesohor !! eh maksudku Balisugar kabur ah.
Wah…. bagus banget artikelnya.
Btw, pada bagian -CARA HIDUP DAN KEBUDAYAAN AWAL BUGIS- tertulis : Orang bugis dikenal sebagai pelauk ulung (maksudnya pelaut ya?)… hehehhe Piss! kalau aku baca bagian itu aja bisa salah tafsir nih… Tapi ga sehat juga kalau cuman baca satu kalimat, di tengah2 lagi.
Ditunggu cerita selanjutnya…
tersebarnya suku bugis di beberapa bagian dunia lain bukannya menunjukkan kegagahan mereka dalam melaut.
Oia bugis dan luwu tidak bisa dipisahkan.
Kalo mau dirunut bugis berasal dari sejarah masa lalu kerajaan Luwu bukan?
keren tulisannya…
—bini saya turunan bugis—
bagus sekali posting nya … mudah2an dengan membaca postingan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi generasi muda, khususnya generasi muda masyarakat bugis untuk mengetahui dan mempertahankan budaya/ adat bugis sebagai warisan leluhur …
Tks dan salam kpd Akhmad Maulana Agung …
Baru bisa ngomentar nih kanda,luar biasa.Yuk Ekspos terus BUGIS,ngk kalah tuh ma org Asing.
Buktinya aja BUGIS “dulu” merupakan sastrawan Ulung.
Buktinya lagaligo itu.
Sukses terus,nulisnya.
hmm jd tambah ni pengetahuan ttg kekayaan Indonesia
Ceritanya bagus sekali plus menambah wacana budaya Indonesia … Visit Indonesia 2008
Tony : terima kasih bang tony
Balisugar : wahh saya asli bugis teteh
semoga kebudayaan seluruh indonesia akan seperti bali tersohornya. maka jagalah teteh
Hellen : wahh saya salah ketik. maksudnya pelaut ulung tuh mbak
jadi malu
Arul : jujur mas arul untuk bugis dan luwu saya belum pernah baca adakah referensi yang bisa Bang Arul berikan kepada saya
Bangpay : terima kasih bang. salam kenal buat istri mas
Bang Adi : terima kasih Bang adi
bamperxii : wahh itu cuman kebutulan saja pak ketua *malumaluku didatangi ma ketua ku sendiri
pisssss
masmoemet : semoga bermanfaat mas
Andi Eko : semoga bermaan mas
Terima kasih sudah Comment semua sobat2
Mari kita lestarikan Budaya. kita mulai dari budaya sendiri
Sangat bagus mad, mudah2an ada budaya lain ikut terungkap, supaya kita bisa lebih memahami dan memaknai karakter bangsa kita.
Indonesia memang memiliki ragam budaya yg kaya…ini aja satu cerita udah panjang bener+banyak…..
apalagi budaya2 daerah lainnya ya
Mantap…!
pengulasan sejarah masa lampau yg oke punya.
*OOT*
fandy : Terima kasih pak Fandy *lagi cengegesan
jangan kapok2 datang pak
yusdi : Wahhhh ini masih garis Besar mas
Ina : Bugis Dilawan wkwwkkw
*di tapok dulu
orang bugis aslika kk ina
menarik. lagaligo versi buku bhs indonesia ada ga si?
Nice Post…
buset… panjang… btw, di kalimantan yang dikenal kuat identitas islamnya bukan dayak bos, tapi banjar… mengenai bugis… ahhh… aku cinta coto makasar… hihii
ichanxs last blog post..Semprot-Semprotan
Saya salut dengan orang bugis. Mereka adalah pelaut ulung. Di Kalimantan Selatan juga banyak orang bugis. Terutama daerah pesisir pantainya.
suhadinets last blog post..Enam Alasan Pentingnya Membaca
wah harus dicicil nih bacanya

Bugis cantik² orangnya
persikerss last blog post..Kurang dari 1 juta
Mmmm… jadi nambah wawasan.
Thanks.
Sering2 bikin ginian ya…
garings last blog post..Cara Paling Ampuh Menurunkan Berat Badan
*clingak-clinguk.. save as..* beuh,. PSPB(Pendidikan Sejarah dan Perjuangan Bangsa)!
adies last blog post..Connie Talbot
aku tertarik pakaian dan adat istiadatnya…kapan aku bisa datang ke Bugis ya?
monsterikan : wahh klo lagaligo versi bahasa indonesia ada kok mas tapi di perpustakaan disini
ady gondronk : terima kasih mas
ichanx : Dayak juga ada yang kental mas
. Suka COto Makassar yah Klo Coto KUDA
kuliner makassar tidak kalah juga dengan kuliner2 nusantara
suhadinet : Emank yah orang bugis itu berserakan dinusantara
persikers : Silahkan mau cicilan berapa bulan nih
garing : Semoga Bermanfaat deh tulisannya. Insyah allah mas
adie : Silahkan Mas
cewek_culun : silahkan saya makelar nya wkwkwkkk becanda
edede.. panjang sekali ji..
btw, domain hadiah gak bisa di akses sampai sekarang
:(
fritzs last blog post..Dampak Ngeblog di Indonesia.
Waduh.. Mantap juga nih nulis artikel sepanjang itu
Warisan budaya dan sejarah perlu dilestarikan.
p3durungans last blog post..Bayaran Kedua Dari Payingcash
wah ternyata sejarawan juga.. keren.. hebat2.
vei mah ngga ngerti lah masalah sejarah.. blank abiss..
veis last blog post..Ilmuan Indonesia
Wow… Lengkap banget! Oh jadi gitu yah, orang bugis itu dari Sulawesi toh. Diparagraf kedua ada kata “Selanjutnya sejak abad ke 17 Masehi, Setelah menganut agama islam Orang bugis bersama orang aceh dan minang kabau dari Sumatra, Orang melayu di Sumatra, Dayak di Kalimantan, Orang Sunda dijawa Barat, Madura di jawa timur dicap sebagai Orang nusantara yang paling kuat identitas Keislamannya.” kalau menurut Anda abad ke 21 ini apa mereka masih begitu?
Pascals last blog post..Cara Menampilkan Judul Doang di Halaman Label (Kategori)
kalau enrekang, masuk bugis tidak??
dari dulu, bingung, ..
ChaLs last blog post..Coldplay is Awesome !!!
Cerita menarik daeng….Jadi tau sejarah Bugis
p3durungan : wahh ini mas artikel masih Garis besarnya aja itupun belum tuntas2 jg
vei : saya bukan sejarawan vei cuman mau kuasain aja budaya saya sendiri
Pascal : Sampai sekarang gitu juga mas Rony
ChaL : klo enderang enggak masuk bugis mas di masuk bagian toraja
boydalle : terima kasih semoga berguna aja artikelnya
Emsiklopedi yang menarik!!!!! aku baca sampe habis, keren bow…
Raffaells last blog post..Ketika Bra Menjadi sumber tenaga
kebetulan sekali gw barusan dari Jambi dan dapet cerita kalo orang-orang Jambi itu dulunya keturunan dari orang Bugis. Hmmm… bener2 manusia petualang…
*kagum*
emyous last blog post..Let’s Get Carried Away
aku pernah tujuh belas tahun tinggal di makassar, tapi masih saja cukup sulit bedain bugis dan makassar…
vias last blog post..Kekerasan saat pacaran cikal bakal KDRT
Raffaell : terima kasih mas sudah mau membaca budaya kami
semoga berguna aja mas
Emyou : YAh begitulah mas Suku bugis ada dimana2
Via : Emank Bugis dan makassar itu sebenarnya satu silsilah aja klo mau di tarik garis lurusnya
semoga 30 tahun kedepaan saja, anak2 kita generasi penerus kita masih mau melestarikan budaya2 lokal. minimal dari anak cucu kita di daeraha setempat.
so, keep it… semoga masih ada generasi saya yg bisa nulis tentang budaya sperti ini pak
fauzansigmas last blog post..Bantuan Khusus Mahasiswa, Kebijakan Busuk!
salah satu keluarga bangsawan dr je’ne’ponto ( keluarga djalle,masih keturunan raja karaeng binamu) katax silsilah keluargax ada di musium di belanda,mas.dan katax dulu kel. djalle ini yg bisa mengangkat seseorang menjadi karaeng krn karaeng itu sebenarnya sebuah jabatan, lain dgn “Daeng” yg boleh pakai daeng adalah yg keturunan bangsawan di sana,ataw kawin dgn salah satu keluarga bangsawan itu. konon ada makam salah satu kakek dr keluarga ini berada di bone dan merupakan makam yg di keramatkan. suatu hr salah seorang cucu langsung dr daeng djalle ini berkunjung ke rumah besar di bone,beliau di jamu dgn piring berlapis 7 yg menandakan status kebangsaananx.konon karaeng binamu adlh putra mahkota dr salah satu kerajaan yg pergi mengembara dan mendirikan sebuah kerajaan di daerah sekitar jeneponto(daerah aslix kurang jelas).makax di sulawesi ada gelar daeng(artix kakak) dr makassar dan andi’(adik) dr bone,apa mungkin ini pengaruh dr posisi karaeng binamu sebagai kakak dan putra mahkota yg statusx ga bisa di hilangkan ya?.itulah sepenggal cerita yg saya dengar dr salah seorang teman sy yg masih keturunan I DJALLE DG. MAREWA.Benar tdkx hanya yg bersangkutan dan ALLAH SWT yg tau.sy mah cuma membagi info aja….ok
Daeng, sudah tamat baca cerita Lagaligo, belum? Lagaligo bukannya dari Luwu seperti commentx aRuL?
zuLHams last blog post..Obama ala Indonesia
perasaan aku udah pernah komen deh di sini. tp kok ga ada ya? hehe..
soal lagaligo, sayang banget aku kemarin belum sempet main ke museumnya. kapan2 deh mampir lagi.
antons last blog post..Kalau Saja Aku Kenal Blodog Lebih Dalam
Tradisi Bissu di masyarakat Bugis tampak unik..
Masih ada ga sekarang om?
petaks last blog post..Espana las kampeon
wah, bener juga, kalau mas maulana nggak mosting ini saya jadi ndak tahu sejarah masyarakat bugis yang saya kenal lewat sejarah sbg pelaut ulung. banyak mosting ttg nilai2 kearifan lokal masyarakat bugis, mas maulana. dengan cara begini antarbloger bisa saling melakukan “dialog budaya”! salam kreatif!
sawali tuhusetyas last blog post..Sampeyan Percaya Pemilu 2009 Akan Menghasilkan Perubahan?
Wow…! Bugis, Makasar… wah impianku untuk mampir ke sana,… ikan bakar dan makanan laut di sana katanya uenak dan murah2… slurppp….. Entah kapan ….
Salam kenal dari pinggiran
Popop
(sang tukang coret)
coretanpinggirs last blog post..The peace talks
For to all
Trims kasih masukannya semua saudaraku
sukses buat kalian
wahh, spertinya harus riset nih, buka2 buku dan perbandingan dilapangan… coba ah, tp tuk smentara tak tempel2 banner dulu yach
syamsoes last blog post..Anda peduli dengan Anak Indonesia?
mau izin minta banner-bannernya bisaji?
Arsyad Salam Mempunyai Postingan Terbaru ….. Tentang Bahasa Pejabat, Bahasa Dinas dan sebagainya
Assalammualaikum, senang melihat mulai banyaknya kawan kawan muda yang sudah mulai mencoba untuk melestarikan budaya daerahnya. Memang sudah seharusnya begitu. 1 hal saja yang saya mau utarakan. Menurut pendapat saya karena karena letak geographis Sulawesi maka kecendrungan nenek moyang kita berprofesi sebagai nelayan. Sebetulnya, mulai merebaknya/meluasnya suku Bugis Makassar di dunia karena akibat peperangan antara sesamanya terutama pada saat pecah perang Gowa dan Bone (Perang Makassar). Hal tersebut mendesak banyak orang orang suku Bugis Makassar keluar dari Sulawesi untuk mencari kedamaian dan kestabilan ekonomi. Kesimpulannya adalah memang pada zaman dahulu kita orang Bugis Makassar kebanyakan bermata pencaharian sebagai nelayan, namun yang menyebabkan transmigrasi besar besaran/exodus suku Bugis Makassar adalah soalan yang mendasar yaitu peperangan. Sekian dari saya dan salam kenal. Salama.
Andi M. Irvan Zulfikar Mempunyai Postingan Terbaru ….. KERIS KAMARDIKAN AWARD 2008
salam kenal deng sebelumnya.
sebelumnya saya sudah mencari buku la galigo di atas *ngiler liat fotonya daeng
untuk keberadaan masyarakat bugis diberbagai belahan dunia bukan hanya diakibatkan dari proses pengungsian akibat peperangan yang terjadi antara makassar dan bone kayaknya daeng. karena sebelum2nya ada beberapa wilayah yang di berikan kepada masyarakat bugis karena telah membatu kerajaan setempat seperti Bugis Di bali, Bugis di Samarinda, Bugis Di afrika, Bugis di malaysia itu semua disebebkan akibat Pemberian tanah hadiah dan hasil perkawinan silang antara anak raja2 bugis daeng 95% Pemuda Bugis sendiri kurang mengetahui ini dan untuk mengekspos kebudayaan bugis sendiri di Indonesia dan dunia
terima Kasih daeng sudah Berkunjung Ke gubuk Gelandangan
masalah budaya saya sangat menjujunjung tinggi kebudayaan saya sebagai bugis daeng karena polemik yang sekarang terjadi hampir
Assalammualaikum, memang betul ada beberapa bagian daerah atau wilayah di bagi kepada pejuang pejuang Bugis Makassar sebagai imbalan atas bantuan melawan beberapa kerajaan di Nusantara. Cuma apakah tahu kenapa mereka mau dan bersedia untuk membantu kerajaan tersebut?. Tak lain adalah dikarenakan peperangan yang berkelanjutan (tidak henti henti) serta porsi mereka tidak memungkinkan untuk bisa mendapatkan posisi tinggi di Sulawesi. Maka salah satunya adalah dengan cara menerima tawaran kerajaan kerajaan di luar Sulawesi (Contoh; Riau Lingga/Johor yang mana orang Bugis dijadikan Yang Di Pertuan Muda dari keturunan La Maddusila Datu Tanete MatonroE Ri Dusung, begitupun di Selangor dan Kedah). Ada keyakinan pada diri mereka, karena sangkin seringnya berperang sehingga mereka bisa menggunakan pengalaman tersebut untuk membantu kerajaan kerajaan lain merebut kemenangan, yang tentunya dengan imbalan. Maka sering kita di juluki prajurit bayaran, contohnya kita juga membantu di tanah jawa pada masa peperangan Sultan Banten, Trunojoyo/Madura. Mungkin maksudnya bukan Bali tetapi Lombok-Sumbawa/Bima yang memang Sultannya masih ada keturunan kerabat di Gowa, kalau di Kalimantan di daerah Samarinda itu kerabat di Wajo yang di kejar kejar oleh Arung Palakka (Sekali lagi perang juga dasarnya). Kalau mengenai perkawinan silang kan itu memang sudah politik/diplomasi kerajaan kerajaan Bugis zaman dahulu yaitu untuk menyelesaikan masalah ataupun memperluas daerah dengan cara 1. Berbicara, 2. Otak/Strategi, 3. Perkawinan, 4. Peperangan. Demikian kiranya pendapat saya. Salama.
wah… mantaff…!!!
tp syg sekarang banyak mi orang bugis yg buta huruf aksara lontara *termasuk sy*
di kampungku di sebuah desa di Jambi, mayoritas orang bugis dan bahasa sehari² bahasa bugis. tp hanya orang tua yg bisa tulisan lontara. hanya pendatang generasi pertama. kedua dan selanjutnya ndak nataumi.
anbhar Mempunyai Postingan Terbaru ….. I’m back
sy kira setiap orang bugis harus baca ini
anbhar Mempunyai Postingan Terbaru ….. I’m back
Assalammualaikum, Salam kenal.
Terimakasih banyak atas informasinya, Saya baru tahu sekarang tentang sejarah dan kebudayaan bugis,padahal saya sendiri orang Bugis (salah besar),apalagi di daerah saya ‘Pontianak’,juga banyak bugisNya apakh mereka sudah tahu atau memang saya sendiri yang belum tahu he..he..he. terutama tentang adanya Lontara bugis dan Tentang LA GALIGO…
Mari kita jaga kelestarian budaya kita dan jadikan informasi ini Sebagai tali silaturahmi…
Thanks for allowing me to comment. I normally don\’t leave them, but I really like what you had to say. This is important stuff!
tulisan dan ceritanya memang hebat, cuma kalau boleh ditulis juga sejarah Bugis tertua seperti Kerajaan Bone, termasuk structure raja-rajanya, walaubagaimanapun tulisan ini cukup baik “BUDAYA MENUNJUKKAN BANGSA”….Hidup Bugis….=>>bugis Tawau,Sabah, Malaysia>>
4 Pingback & Trackback On This Post
[...] Bugis-Ku Naskah La Galigo bercerita tentang ratusan keturunan dewa yang hidup pada suatu masa selama 6 (enam) generasi turun temurun, Pada berbagai kerajaan di sulawesi selatan dan daerah pulau-pulau disekitarnya. … [...]
[...] Berangkat dari sebuah epos lagaligo yang dimana merupakan sebuah peradaban bugis di tanah sulawesi sebuah suku besar di indonesia sendiri. lagaligo menghadirkan berbagai macam informasi dari [...]
[...] Berangkat dari sebuah epos lagaligo yang dimana merupakan sebuah peradaban bugis di tanah sulawesi sebuah suku besar di indonesia sendiri. lagaligo menghadirkan berbagai macam informasi dari [...]
[...] Mengikuti Kostes 1. Membuat Tulisan yang berhubungan Budaya Nusantara Contoh : Bugisku 2. Karakter Tulisan Minimal 250 Karakter (Bisa lebih) 3. Pasang Banner Kostes Pada Blog [...]
Leave A Reply Here